Laporan Kajian- Food Loss and Waste In Indonesia Dalam Rangka Mendukung Penerapan Ekonomi Sirkular Dan Pembangunan Rendah Karbon
Author: MINISTRY OF NATIONAL DEVELOPMENT PLANNING/BAPPENAS Category: Ekonomi Sirkular Published: 2021 Country: Indonesia Language: Indonesia DownloadSebagai negara yang turut serta menyepakati agenda pembangunan global, Indonesia telah berkomitmen untuk mendukung pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai Paris Agreement pada tahun 2030. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan mengarusutamakan tujuan, sasaran, dan indikator SDGs dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 danmenjadikan Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development) menjadi salah satu program prioritas pada Prioritas Nasional (PN) 6: Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim. Dengan payung Pembangunan Rendah Karbon, Pemerintah Indonesia juga turut mengembangkan kebijakan Ekonomi Sirkular sebagai pendekatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi upaya Pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan pembangunan dengan konsep yang sistematik dan terintegrasi, salah satunya adalah isu food loss and waste. Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 200 juta jiwa, Indonesia berpotensi menghasilkan food loss and waste (FLW) yang sangat besar dan terus bertambah setiap tahunnya. Kehilangan pangan yang terjadi pada rantai pasok penyiapan pangan (food loss) dan sampah yang ditimbulkan pada proses distribusi, pelayanan, dan konsumsi pangan (food waste), selain menimbulkan dampak ekonomi dan sosial, juga berkontribusi terhadap meningkatnya emisi gas rumah kaca. Oleh sebab itu, reduksi dan penanganan FLW yang bertanggung jawab, terintegrasi, dan holistik dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat implementasi pembangunan rendah karbon dan pengembangan ekonomi hijau yang dapat menjawab tantangan ketahanan pangan dan defisit gizi di Indonesia.
Sebagai langkah awal transformasi pengelolaan FLW di Indonesia, Pemerintah Indonesia didukung oleh Foreign, Commonwealth, and Development Office, United Kingdom menyusun Kajian Food Loss and Waste di Indonesia untuk mengidentifikasi data dasar FLW selama 20 tahun terakhir, dampak FLW terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial, serta rekomendasi strategi pengelolaan FLW yang berkelanjutan di Indonesia. Dengan menyajikan sejumlah hasil yang bersifat evidence-based, kami berharap kajian ini dapat menjadi rujukan dan pedoman bagi para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan, sekaligus memberikan gambaran mengenai upaya Pemerintah
Indonesia dalam pengelolaan FLW dalam rangka implementasi Ekonomi Sirkular dan Pembangunan Rendah Karbon.